Banyak pemilik mobil menganggap kendaraan yang jarang digunakan akan lebih awet karena mesin tidak bekerja terlalu keras. Anggapan tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Mobil jarang dipakai tetap membutuhkan perawatan, bahkan beberapa komponennya bisa mengalami masalah justru karena terlalu lama dibiarkan.
Mobil merupakan kumpulan berbagai komponen mekanis, elektrikal, karet, dan cairan yang tetap mengalami proses penuaan meskipun kendaraan sedang tidak digunakan. Karena itu, mobil yang lebih sering terparkir di garasi bukan berarti otomatis terbebas dari kerusakan.
Lantas, apa saja komponen mobil yang bisa bermasalah ketika kendaraan jarang digunakan? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Aki Mobil Bisa Kehabisan Daya
Salah satu komponen yang paling sering bermasalah pada mobil yang jarang digunakan adalah aki.
Aki tetap digunakan untuk memasok listrik ke sejumlah sistem kendaraan meskipun mesin dalam kondisi mati. Sistem alarm, immobilizer, komputer kendaraan, dan perangkat elektronik lainnya membutuhkan sejumlah kecil daya.
Jika mobil dibiarkan berminggu-minggu tanpa dinyalakan atau digunakan, daya aki dapat terus berkurang. Akibatnya, ketika mobil ingin digunakan kembali, mesin mungkin sulit dihidupkan atau bahkan tidak bisa menyala sama sekali.
Untuk mencegah hal tersebut, pemilik mobil sebaiknya memperhatikan kondisi aki secara berkala. Jika kendaraan memang jarang digunakan, penggunaan mobil sesekali dapat membantu menjaga sistem tetap bekerja.
Namun, sekadar menyalakan mesin sebentar bukan selalu solusi terbaik. Mesin sebaiknya mencapai kondisi kerja normal dengan penggunaan yang cukup, tentu dengan memperhatikan kondisi dan keamanan kendaraan.
2. Ban Bisa Kehilangan Tekanan
Ban juga perlu diperhatikan ketika mobil terlalu lama terparkir.
Secara alami, tekanan udara pada ban dapat berkurang seiring waktu. Jika mobil tidak pernah digunakan, pemilik sering kali tidak menyadari bahwa tekanan ban sudah berada di bawah rekomendasi.
Selain tekanan udara, mobil yang terlalu lama berada di posisi yang sama juga dapat mengalami flat spotting. Kondisi ini terjadi ketika bagian ban yang terus-menerus menahan beban kendaraan mengalami perubahan bentuk sementara atau, dalam kondisi tertentu, lebih menetap.
Sebelum menggunakan mobil setelah lama terparkir, periksa tekanan seluruh ban, termasuk ban cadangan. Pastikan tekanannya sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada label kendaraan atau buku manual.
3. Rem Bisa Mengalami Karat
Mobil yang lama tidak bergerak juga dapat mengalami perubahan pada sistem pengereman.
Piringan rem berbahan logam dapat mengalami karat permukaan ketika kendaraan terparkir dalam waktu lama, terutama jika mobil berada di lingkungan yang lembap atau terkena air.
Karat tipis pada permukaan cakram tidak selalu berarti rem mengalami kerusakan serius. Dalam penggunaan normal, lapisan karat permukaan biasanya dapat terkikis ketika rem digunakan.
Namun, jika mobil sudah lama tidak digunakan dan muncul suara, getaran, atau sensasi pengereman yang tidak normal, jangan langsung mengabaikannya. Periksa kondisi sistem rem sebelum kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh.
4. Oli Mesin Tetap Mengalami Penurunan Kualitas
Ada anggapan bahwa oli mesin tidak perlu diganti jika mobil jarang digunakan karena jarak tempuhnya masih sedikit.
Padahal, interval penggantian oli tidak hanya berkaitan dengan jumlah kilometer. Waktu juga menjadi salah satu pertimbangan dalam perawatan kendaraan.
Oli yang berada di dalam mesin dapat mengalami perubahan kualitas seiring waktu. Karena itu, pemilik kendaraan tetap perlu mengikuti jadwal penggantian oli yang direkomendasikan oleh pabrikan, meskipun jarak tempuh kendaraan relatif rendah.
Selain oli mesin, beberapa cairan lain seperti coolant, minyak rem, dan cairan pendukung kendaraan juga perlu diperiksa secara berkala.
5. Bahan Bakar Bisa Mengalami Penurunan Kualitas
Bahan bakar yang terlalu lama tersimpan juga perlu menjadi perhatian.
Ketika mobil jarang digunakan, bensin atau bahan bakar di dalam tangki bisa tersimpan dalam waktu lama. Seiring waktu, kualitas bahan bakar dapat menurun.
Masalah akan lebih berpotensi muncul jika kendaraan dibiarkan dalam kondisi yang tidak ideal untuk waktu yang sangat panjang.
Karena itu, jika mobil akan lama tidak digunakan, pemilik sebaiknya mengikuti rekomendasi pada buku manual kendaraan mengenai penyimpanan dan perawatan bahan bakar.
Hindari pula membiarkan tangki dalam kondisi yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
6. Karet dan Seal Bisa Menjadi Getas
Mobil memiliki banyak komponen berbahan karet, mulai dari selang, seal, gasket tertentu, hingga bagian pada sistem suspensi.
Material karet dapat mengalami penuaan akibat waktu, suhu, paparan lingkungan, dan kondisi penyimpanan. Jadi, meskipun mobil jarang berjalan, bukan berarti semua komponen karet otomatis tetap seperti baru.
Periksa secara berkala jika terdapat tanda-tanda seperti retakan, kebocoran, permukaan yang berubah, atau bagian karet yang terlihat sudah tidak elastis.
Pemeriksaan menjadi semakin penting pada mobil yang sudah berusia cukup lama.
7. Wiper Bisa Cepat Menurun Kondisinya
Wiper sering dianggap sepele karena bukan bagian dari mesin. Padahal, komponen ini sangat penting ketika hujan.
Mobil yang lama terparkir di tempat terbuka membuat karet wiper terus terpapar panas, sinar matahari, dan perubahan cuaca. Akibatnya, karet wiper dapat mengeras atau kehilangan elastisitas.
Ketika akhirnya digunakan, wiper yang sudah keras dapat meninggalkan garis pada kaca dan tidak mampu membersihkan air dengan sempurna.
Karena itu, periksa kondisi wiper sebelum mobil digunakan, terutama jika kendaraan sudah lama tidak dipakai.
8. Sistem AC Juga Perlu Diperhatikan
AC mobil yang jarang digunakan bukan berarti tidak membutuhkan perhatian.
Komponen dalam sistem AC memiliki bagian yang membutuhkan sirkulasi dan pemeriksaan secara berkala. Jika AC tidak digunakan dalam waktu yang sangat lama, berbagai masalah dapat muncul tergantung kondisi kendaraan.
Saat kembali menggunakan mobil, perhatikan apakah AC masih menghasilkan udara dingin secara normal. Perhatikan pula apakah muncul bau tidak sedap, suara aneh, atau gangguan lainnya.
Jika terdapat gejala yang tidak normal, pemeriksaan oleh teknisi dapat membantu mengetahui penyebabnya.
9. Kabel dan Ruang Mesin Perlu Dicek
Mobil yang lama terparkir juga dapat menarik perhatian hewan seperti tikus, terutama jika kendaraan berada di area yang sepi atau dekat sumber makanan.
Tikus dapat merusak kabel, selang, atau bagian lain di ruang mesin. Kerusakan kabel bahkan dapat menyebabkan berbagai masalah kelistrikan.
Sebelum menyalakan mobil setelah lama tidak digunakan, ada baiknya membuka kap mesin dan melakukan pemeriksaan visual. Perhatikan apakah terdapat kotoran, sarang, bekas gigitan, atau kabel yang terlihat rusak.
Pemeriksaan sederhana ini dapat mencegah masalah yang lebih besar.
Cara Merawat Mobil yang Jarang Digunakan
Jika mobil lebih sering berada di garasi, lakukan beberapa langkah perawatan sederhana.
Pertama, periksa tekanan ban secara berkala. Kedua, perhatikan kondisi aki dan lakukan pengecekan jika kendaraan sudah lama tidak digunakan. Ketiga, tetap ikuti jadwal servis dan penggantian cairan sesuai rekomendasi pabrikan.
Selain itu, bersihkan mobil secara rutin agar kotoran tidak menumpuk. Jika memungkinkan, parkirkan kendaraan di tempat yang kering, aman, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Yang tidak kalah penting, gunakan mobil secara berkala dalam kondisi yang aman dan sesuai kebutuhan. Jangan hanya menyalakan mesin sebentar tanpa alasan yang jelas, karena penggunaan kendaraan yang cukup hingga mencapai kondisi kerja normal umumnya lebih bermanfaat daripada sekadar membiarkan mesin hidup beberapa menit.
Kesimpulan
Mobil jarang dipakai bukan berarti tidak bisa rusak. Aki dapat kehilangan daya, tekanan ban dapat berkurang, piringan rem dapat berkarat, oli tetap mengalami penurunan kualitas, dan berbagai komponen karet dapat menua meskipun kendaraan lebih banyak terparkir.
Karena itu, pemilik mobil sebaiknya tetap melakukan perawatan berkala. Periksa aki, ban, rem, oli, cairan kendaraan, wiper, AC, hingga ruang mesin sebelum mobil digunakan kembali setelah lama terparkir.
Dengan perawatan yang tepat, risiko masalah akibat mobil terlalu lama tidak digunakan dapat dikurangi dan kendaraan akan lebih siap ketika dibutuhkan.
Baca juga : Lampu Indikator Mesin Menyala, Bolehkah Mobil Tetap Dikendarai? Ini Penjelasannya









